Kadis PUPR Luwu Utara di Likudengen Uraso, Jumat (20/9/2019).
Mappedeceng --- Habis gelap terbitlah terang.
Ini bukan judul sebuah buku dari kumpulan surat-surat seorang pahlawan wanita kita.
Tapi ini adalah ungkapan kebahagiaan masyarakat Desa Uraso Kecamatan
Mappedeceng yang bermukim diwilayah terpencil/perbukitan Likudengen yang
beberapa waktu lalu mendapatkan bantuan Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE).
Pasalnya, permukiman mereka yang dulunya gelap gulita tanpa penerangan kini
menjadi terang bercahaya.
Hal ini
diungkapkan salah seorang warga Likudengen saat Kadis PUPR Luwu Utara Suaib
Mansur berkunjung diwilayah itu Jumat (20/9/2019) malam. “Kita bersyukur dan
terima kasih, perhatian pemerintah untuk kita disini, jadi sekarang ini kampung
sudah terang” kata warga. “Dulu, sudah maghrib kita langsung tidur
masing-masing dirumah, sejak ada ini lampu kita bisa mengobrol, kumpul-kumpul
cerita kerja kita tadi siang, minum-minum kopi atau main domeng (domino, red)” terang warga
lainnya.
Yang istimewa
dari adanya LTSHE di Likudengen ini adalah warga juga menempatkan satu lampu
untuk penerangan jalan. Diketahui bahwa bantuan diberikan kurang lebih kepada
60 Kepala Keluarga (KK) oleh Bupati Luwu Utara diwakili Kepala Dinas PUPR Suaib
Mansur beberapa waktu lalu itu dilengkapi dengan 4 buah lampu LTSHE untuk
setiap KK. Selain itu, atas kesadaran untuk berbagi beberapa KK atau warga
memberikan sebagian lampu mereka kepada warga atau KK yang belum mendapat
bantuan LTSHE. Seorang warga mengatakan bagi mereka 2 buah lampu untuk setiap
rumah sudah cukup, sehingga untuk memaksimalkan bantuan, mereka berbagi dengan dengan
tetangga/kerabat yang belum dapat
menikmati penerangan.
Berkunjung di
malam hari tanpa pemberitahuan sebelumnya Suaib didampingi Kepala Desa Uraso disambut
antusias oleh warga yang kemudian berdatangan dari semua sudut kampung mengetahui
kedatangan Kadis PUPR itu. Warga berkumpul menyambut dan mengucapkan terima
kasih atas bantuan lampu LTSHE yang kini menerangi kampung yang dihuni warga
yang sehari-harinya bekerja sebagai petani dan buruh tani itu. Sementara itu,
Suaib mengungkapkan bahwa kunjungan beliau dimaksudkan untuk melihat kegunaan
LTSHE terhadap kegiatan warga terutama di malam hari. “Hanya mau melihat
langsung apakah LTSHE yang diberikan kepada warga apakah benar-benar berfungsi
dan digunakan sebagai mana mestinya” ungkap Suaib. “Kalau malam kita bisa lihat
apakah bantuan lampu ini sudah tepat diberikan. Apalagi ini, warga disini sudah
berbagi dengan yang belum dapat LTSHE ini luar biasa” lanjut Suaib. Ia juga berharap
LTSHE yang diberikan dirawat dengan baik sehingga penggunaannya akan
berlangsung lama terlebih setelah warga mengetahui manfaat yang diberikan
dengan adanya LTSHE ini.
Untuk diketahui, LTSHE merupakan salah satu
program pemerintah pusat melalui kementerian ESDM sebagai solusi penerangan dan
energi listrik yang difokuskan bagi desa-desa yang sulit dijangkau jaringan
listrik PLN.